Minggu, 25 Desember 2011

Keindahan duka

Satu persatu...
Helai asa luruh oleh duka yang menghantam...
Sembilunya perih menikam stiap kekuatan..
Luluh lantahkan setiap kebahagiaan...

Satu persatu...
Bulir airmata yang sejak tadi mengalir...
Basahi kisi jiwa miris oleh perih...
Diam tanpa suara.,
terkunci hati oleh kesakitanku...

Aku melemah...
Tak mampu ku tatap sinar mentari...
Asa menghilang hanyut dalam duka hati...
Tanya hati yang tak terjawab..

Ku sebut kau dalam keindahan duka....
Tak mau pergi dan bertahta.,.
Di mana harap tempatku bernaung...
Bebaskan sukma dari lara...

Hanya bisa ku nikmati perih...
Jadikan lukisan indah dalam kesakitan.,.
Yang liar menghantam jiwa..

Pilihkan yang terbaik Tuhan...
Untuk ku ayun biduk ini.,
jangan tinggalkan.,
karena ku lemah tak tertahankan...

By. Iravandasukma

Tuhanku Murka

Lihat langitpun kelam...
Bintang pudar tenggelam..
Tertutup gelap malam..
Semua menakutkan.,

bayangkan Tuhanku murka..

Jentikkan jariNYA mampu hembuskan angin kencang..
Kedipan mataNya sanggup muntahkan isi gunung..
Dan tak perlu waktu bagiNya hempaskan gelombang laut,.

Betapa aku seperti debu..

Tanpa kekuatan yang menderu..
Di hadapanMu lidah jadi kaku..
Tuk sembunyikan semua malu

renungkan wahai insan...

Lumatkan setiap angkuh lisan..
Sujudkan jiwa dalam keheningan.,
di ridhoNya kita berjalan.,

semua inginNya terjadi...

Tak pernah terpungkiri..
Jangan diingkari...
Mulailah sucikan diri dan hati...

Bila Tuhanku murka..

Jadikan hidup terasa neraka...
Semua tak bisa diterka..
Selalu ada rahasia.,.
Di balik rahasia..

By.Iravandasukma

"Tentang rasa"

Inikah caramu..
Tuk sakiti aku...
Berulang kali hingga ku terjatuh...

Inikah inginmu...

Tuk hancurkan aku...
Bertubi tubi hingga ku tak mampu...

Pergilah...

Bawa semua rasa yang ada..
Tinggalkan ku di sini..

Meskipun ku tak tau,..

Bagaimana menepis tentangmu...
Walau ku tak mampu..
Berdiri tanpamu..

Hanya yang ku tau.,

cinta tak pergi meninggalkan
hingga ujung waktu...
Tuk setia di hatiku..

Menjaga setiap jengkal bayangmu.,

yang pernah ada buatku..
Mungkin tak kau tau..
Mungkin tak pahami...

Tentang hati...

Tentang jiwa dan rasa..

Pergilah...

Tinggalkan aku dalam tangisku...
Jangan kembali...

By. Iravandasukma

"Tuhan aku ingin pulang"

Tak sanggup ku urai rasa...
Sakitku membahana,.
Galau yang membara..
Hangus terbakar dibuatnya,..

Cinta mengapa seperih ini..

Sayang yang penuh dusta
Bungkam terikat semua kata
aku tak sanggup lagi..

Tuhan aku ingin pulang..

Bawa perih dalam damai..
Relakan jiwa terkubur sepi..
Tuhan bawa aku terbang..

Mungkin aku bukan pilihan..

Karena cinta dipermainkan.,
biar saja ku pendam rasa..
Hilangkan semua asa..

Tuhan aku ingin pulang.,.

Sakitnya tak kepalang..
Hantam setiap kekuatan..
Pupus harap tuk bertahan...

By.Iravandasukma

"malaikat kecil ku"

Lihat langkah malaikat malaikatku...
berjalannya susuri waktu...
tegar ia berdiri di kakinya..
tak pernah takut apa apa...

adalah nyawaku dalam genggamnya..
adalah nafasku dalam nafasnya...
dan juga detak jantungku di nadinya...
tanda jiwa menyatu raga...

malaikat malaikatku....
terbang tinggi kepak sayap kokohmu...
hancurkan segala rintang menghadang...
jujur diri dan hati selalu terpatri...

jangan pernah kau hancurkan mimpi...
hanya karena suatu tak berarti..
gantungkan asamu setinggi pelangi...
teguhkan diri tersenyumlah berseri..

aku di sini...
dampingimu dalam doa..
bersama kesetiaan cinta yang tak terputus...
sampai waktu menjemput..

by.Iravandasukma

"...Gerhana Cinta..."

lihat bulanku menangis..
Bayangnya teriris....
Segurat awan hitam...
Membuatnya suram...

Semakin lama menutup
cahaya kian redup...
Membenam mencekam
sakit tertikam...

Hilang sudah cahayaku..
Redup rembulanku...
Perih cintaku...
Mati sudah rasaku...

Tutup sudah semua cerita...
Semua duka bahagia...
Merintih hadapi nyata..
Batinku tersiksa...

Semua diam....
Rasa terbungkam..
Bulanku gerhana...
Jiwa merana...

Mati tanpa cinta...

By.Iravandasukma

"....sakit hati...."

bila aku bersayap...
Kan ku terbangkan sayap sayap berdarah ini le langit..
Jauhi segala yang menyakitkan...

Teriris hati mengerang kesakitan....
Teganya kau perlakukan...
Dengarkan aku tak tahan..
Jejakmu sulit ku ikuti...
Langkahmu tak bisa ku pahami...
Tak tau menjauh mendekat...
Lepas jiwa tak terikat..
Cinta sakit ku rasa...
Perihnya menghujam sukma..
Aku ingin pergi...
Aku sakit hati...
Biarkan ku sendiri...
Bersama perih...
By. Iravandasukma

"..Penantian Panjang..."

di sini ku berjalan..
susuri kehidupan...
dalam lelah dan kejenuhan..
mencari rasa yang pernah hilang..

cinta di mana kau kini...
mengapa menjauh pergi..
tinggalkan ku sendiri..
di sini membelai sepi...

bertahun kau lepas...
asa yang pernah terikat..
antara kau dan aku..
menghilang di ujung batas...

lihat langkah perihku...
terseok mengejarmu...
dalam ku merintih..
pedih jiwa karena luka menganga..

datanglah wahai engkau sang penakluk..
biaskan cinta yang menghangatkan..
dulu...hari ini...esok..selamanya..
kau tak kan pernah terganti..

masih ku simpan cerita kita..
dalam memori keluh kesah jiwa..
bersama selalu dalam rasa..
menunggu hingga ujung waktu..

di penantian panjang tentangmu...
karena aku sungguh merindu..

by.Iravandasukma

"cintamu dustai aku.."

benar benar sakit...
benar benar perih..
cintamu menyakiti..
rasamu tak terperi..

aku kesakitan..
tapi kau tak pedulikan..
cintaku mengerang..

sembilumu menusuk tajam..
bagaimana bisa ku dayung..
biduk cinta yang tlah patah..

kau yang sebabkan..
kau yang buatkan..
sebentuk rasa perih ini di hatiku..

bila asamu tak lagi denganku..
pergilah menjauh..

karena ku sungguh lelah..
hadapi nyatamu..
yang dustakan cinta....
di belakangku...


by.Iravandasukma

........PERIH TANPA MU.......



SAKIT..PERIH...MERINTIH..
KU TINGGALKAN ..KU SENDIRI..
HARU...BIRU..MEMBELENGGU..
RUANG HATIKU..

KAU PERGI MEMBAWA SEMUA...
ANGAN KU TENTANG MU...

PERGILAH KAU CINTA..
TERBANGLAH KAU CINTA..
BEBASLAH KAU CINTA...
DARI HIDUP KU...SELAMANYA..

BIARKAN ...AKU MENANGIS..
TETAPLAH ENGKAU BERLALU...
JAUHI AKU SELAMANYA..
SEMOGA KU TEMUKAN...
KEABADIAN CINTA ,...
SELAIN AKU...

by.Iravandasukma

" FACEBOOK "



dulu sebelum ku tau...
Hidupku amat jenuh...
Hal yang selalu itu..
Berputar mengisi hariku...

Ketika aku tau...
Banyak hal ku dapat..
Hidup jadi lebih hidup..
Jenuhpun menjauh..

Kini setelah lama tau...
Banyak hal ku taruh di situ
semua tentang aku...
Dan isi hatiku..

Dan saat ini...
Semakin ku tau..
Mengapa facebook menyakitkan...
Tertipu dunia mayanya..
Karena tak tau apa..

Mungkin bisa menyenangkan
atau mungkin menyakitkan
mungkin bisa berwarna,.
Atau malah hampa..

Dari facebook ku tau...
Karena facebook ku mengerti
dan karena facebook ku menangis...

Dasyat..
 by.Iravandasukma

"...I'm sorry goodbye..."


awal yang indah untuk sebuah kisah...
Datang mendekat dengan senyuman..
Tebar pesona meraih sukma..
Jadikan hati terpenjara olehnya...

Begitulah kamu padaku...
Yang sempat membius jiwaku..
Dengan segala bujuk rayu.,.

Waktu bergulir seiring masa..
Dirimu mulai buatku kecewa..
Satu persatu tangisan duka..
Meluruh lebamkan mata..

Terhenyak diri dalam lamunan..
Nyata tak seindah harapan..
Pecah tangis dalam hati..
Ternyata engkau tak baik...

Terima kasih Tuhan..
Kau bukakan mata ...
Kini harus ku pendam asa...
Meski tak mampu ku rela..

Beranjak wahai pendusta cinta...
Tinggalkan aku dalam lara..
Maaf kita pisah..
I'm sorry goodbye.,.
Aku tak bisa..

By. Iravandasukma

" hilang dalam dendam "



Aksara palsu.,.
Beban memuncak..
Jiwa terpasung benci,.. 
gundah selimuti..
Raga tak bernyawa serasa..
Hancur dalam jiwa..
 
Jangan berbuat..
Tak usah bertindak..
Semua terbela..
 
Hingga tersungkur lemah..
Bunuh saja asa..
Mengurai dalam dendam..
 
Aku yang butakan..
Tak lagi bertahan..
Tenggelam perlahan..
Di kesunyian kelam..

By.Iravandasukma

Cinta sejati dunia akhirat



Insan diciptakan...
Saling berpasangan...
Tak kan bisa terpisahkan...
Meski arah berlawanan...

Cinta adalah media..
Di mana insan saling memadan..
Antara beda dan sama..
Meski waktu kan menghalang..

Cinta sejati tak mudah dapati..
Mungkin hanya sekelumit diri..
Yang sadar tak ingkari...

Dalam fana mereka bertemu..
Saling hargai dan mengerti..
Tanpa syarat dan beban..
Tetap rela korbankan..

Cinta sejati tak kan mati...
Walau sampai akhirat nanti..
Akan tetap dipertemukan...
Karena saling menguatkan...

Cinta sejati tak kan pergi..
Walau alam yang pisahkan...
Tetap akan selalu dinanti..
Di akhirat dipertemukan..

By. Iravandasukma

"...Sudahlah..."



menutup mata...
Di ujung tangis terindah..
Lepas harap bersama pedih...

Tak ingin kau menyakiti...
Tapi ternyata tersakiti...
Tak ingin kau berbuat..
Nyatanya terbuat...

Beribu aksara terlantun..
Berjuta perih tercipta,..
Menusuk pilu tanpa sadari..
Hapuskan smua bahagiaku..

Sudahlah aku lelah...
Sudahlah aku menyerah..
Kau terus begitu..
Terus sakiti aku dengan caramu...

Dapatkan kau lepaskan ikatan..
Tanpa harus jadi beban..
Biarkan aku berlalu..
Dari semua ego yang kau ciptakan...

Menangis tak lagi mampu..
Kering sudah airmataku..
Perih tertikam dustamu..
Yang tak hargai kalbu...

Sudahlah biarkan ku hapus..
Semua kenangan indah..
Pergi menjauh ...
Bersama kedukaan..

By. Iravandasukma

"....permintaan hati..."



suara jiwa tak terdengar....
Lirih tangisan terpendam...
Liar hatiku berkelana...
Pada rasa yang tersakiti...

Andai bisa ku ungkap perih..
Di antara sayap sayap patah..
Terbangnya tak terkendali...
Tujuannya kini tak berarah...

Kau yang dustai cinta...
Aku hanya wanita biasa...
Sakit yang tertoreh ini...
Sebabkan luka yang menganga..

Meminta ku dalam pedih...
Sudahi rasa yang membelenggu...
Karena cinta tersakiti...

Di sini ku pendam semua...
Di sini ku peluk luka...
 
Bersama sejuta keindahan...
Yang pernah mengajakku..
Terbang arungi pelanginya..
Biarkan aku sendiri...
 by.Iravandasukma

Cinta untuk mama...


9 bulan ku dalam ragamu..
2710 hari ku di kandungmu..
Bersama selalu dalam perih bahagia..
Tak gentar peluhmu mama..

Tak terbatas lautan kasihmu..
Tak terhalang gunung cintamu
selalu kau jagaku...

Menangisku dalam untai doa..
Mengingat semua khilaf dan dosa..
Tak terperi duka dalam nyata..

Tuhan bila dapatku pinta..
Panjangkan waktu dunianya...
Limpahkan muzizat dalam tangis...
Sempatkan aku bahagiakannya..

Untuk ku ukir senyum di rentanya..
Agar dapat ku bukti cinta yang sesungguhnya..
Hanya untukmu...
Mama...

(..Teruntuk mama tercinta..)

by.Iravandasukma

"..Bunda.."



bunda...
dalam bahagiaku ada senyummu..
Di setiap duka ada tangismu..
Di gundahku terurai doamu...

Lihatlah kami yang selalu..
Ciptakan airmata di pipimu..
Maafkan kami yang selalu..
Taburkan duka di hatimu..

Tuhan izinkanlah aku..
Menghapus airmatanya..
Berikanlah ku waktu...
Menggurat senyum di hatinya..

Walau tak seindah pelangi...
Meski tak seputih awan..
Tulus ku sayang padamu..
Bunda..

By.Iravandasukma

"...Hidup Hanya Titipan..."

Ketika bumi menangis...
Riak ombakpun resah meratap...
Lautannya tak lagi tenang...
Langit menghitam gundah kelam,.
 
Diamlah wahai suara serakah...
Bungkam mulut jangan bicara..
Renungkan waktu yang tersisa...
Jangan hanya terbuang percuma...
 
Sisakan waktu menegur diri...
Merunduklah jiwa seperti padi..
Jangan terumbar nafsu angkara...
Ciptakan kebajikan dalam duniamu..
 
Ingat akan pupus yang sepi...
Karena mati hanya sendiri...
Tak terbawa semua dunia...
Tertinggal di batas nisan...
 
Karena Tuhan sang maha...
Yang mampu merenggut segala
hidup hanya titipan..
Semuanya kuasa Tuhan..

By.Iravandasukma..

"...Kau kebanggaanku,.."



Di terik mentari..
Ku hempaskan segala asa..
Jadikannya media..
Pacu langkah mengukir mimpi...

Hilang semua penat...
Terbayar setiap lelah..
Saat saksikan peri periku
mengukir prestasi di langkahnya...
Menarilah bebas permataku..
Tinggalkan langkah semu..

Terbanglah terus gapai sang bintang...
Jangan takut aral rintang...
Benahi diri rendahlah hati...
Agar harummu kian mewangi..

Aku kan slalu bersamamu...
Dengan smua banggaku..

By.Iravandasukma

"...Di balik akun palsu..."



perlahan mendekat..
Berusaha memikat..
Tebar lisan menyakitkan..
Rugikan aku...

Hey..Lihat dirimu..
Jangan pikir ku tak tau..
Apa maksud dan inginmu...
Coba tuk sakiti aku...

Mungkin benar kau merasa..
Mungkin kata terurai saja..
Aku tak peduli..
Hati tertutup mati...

Teruskan saja maumu..
Berkoar di balik akun palsu..
Hanya tersenyum membisu...
Saksikan kau membuai rayu..

Tunggu sampai suatu saat..
Di mana kata-katamu mengikat..
Dan kau akan terjerat...
Aksaramu juga terikat...

Karena kebenaran tidak akan pernah tersingkir...
Hanya karena celotehmu..

By.Iravandasukma

"...Cobalah untuk setia..."



Bagiku ini caraku...
Bertahan dalam niat...
Meski masih memendam ...
Aku akan tetap terdiam...

Berkaca pada niat ,..
Berpegang pada ucap...
Meski setengah hati...
Ku coba mengerti...

Bila inginkan bersih hati...
Rubahlah setiap niat diri...
Ketika ku hampiri...
Kau benar benar sendiri...

Hanya bersamaku...
Dalam hatimu...
Selalu..Begitu,.

By.Iravandasukma

"...cintamu cukup untukku..."


sayangmu teduhkan aku...
Kasihmu naungi rindu...
Senyummu menghias kalbu...
Begitulah kau untukku..

Tak perlu banyak rasa...
Tak ingin berjuta asa...
Hanya ingin kau ada...
Dalam angan dan nyata...

Memang benar ku cinta...
Terakui bila ku sayang...
Berlabuh ku di hatimu...
Berharap selalu denganku..

Begitulah aku yang begitu...
Inilah aku yang merindu...
Sampaikan di ujung hati...
Jangan kau tinggal pergi...

Wujudkan semua janji...
Dalam hati yang terpatri...
Memohon ridho Illahi...
Karena cintamu cukup untukku...

By.Iravandasukma

Selasa, 13 Desember 2011

kumpulan puisi Iravandasukma: Hidup Laksana Pentas

kumpulan puisi Iravandasukma: Hidup Laksana Pentas: Hiruk pikuk waktu bergulir.... Menebas setiap kesombongan.... Ego dunia menancap tajam bagai sembilu.... Menyiksa hati remukkan jiwa....

Hidup Laksana Pentas

Hiruk pikuk waktu bergulir....
Menebas setiap kesombongan....
Ego dunia menancap tajam bagai sembilu....
Menyiksa hati remukkan jiwa....

Lihatlah sekitar..
Lepaskan pandangmu liar..
Pada apa yang terjadi...
Jangan kau tak peduli...

Bermimpi boleh saja...
Menggantungnya di angkasa...
Tapi jangan kau ingkar...
Karma diri bila hampiri....

Karena hidup laksana pentas wayang...
Yang diatur oleh sang dalang.....
Kita hanya bagian cerita...
Yang jalani suka duka...

Tetaplah mengalir dalam cerita...
Patuh pada sang pencipta...
Jangan rakus akan dunia...
Ingatkan mati tak bawa apa apa...

by.  Iravandasukma

Hati Tertutup Sekam

lihat jiwaku merana...
Dalam rasa yang tak kira...
Menyanjungmu dalam kiasan...
Membelaimu dalam umpama...

Baru saja ku nikmati asa..
Memupuknya dalam bejana...
Namun apa yang terasa...
Sekam mu membara membakar sukma...

Masihkah ada percaya...
Yang dapat ku titipkan...
Di jujur hatimu sayang...
Tanpa ada keraguan..

Rubahlah bila ingin...
Berpalinglah bila sulit...
Jangan paksakan bila ingkar...
Aku merana...aku gulana..

Jadikan saja gambaran hati...
Sebagai penuntun diri...
Di mana yang harus kau rasa...
Di sana yang harus kau pinta...
Jalanmu...jalanku...

Hanya relungku membungkam...
Tak ingin lagi tersakiti...
Dalam maya mu...dalam nyatamu.. 

by. Iravandasukma 

Cinta dan benci di sini...



Lemah ku tatap cinta yang berdarah...
Haruskah kini ku pertahankan sendiri..
Sebentuk hati yang tersakiti
olehmu yang ku cintai...

Bagaimana cara ku ungkap semua...
Agar kau tau aku merana...
Tersiksa hati karena dilema...

Sungguh aku tak bisa...
Sulit untuk ku mampu...
Satukan rasa dan logika...
Antara benci dan cinta...

Kau yang pilih aku...
Dalam cinta mu aku pilu...
Remuk jiwa tertikam sembilu.,
sakit perih..Lemah karenamu...

Kau umbar kisah seolah salahku
kau tebar pesona dalam indah
layaknya insan sempurna..

Sudah hentikan di sini...
Jangan lagi kau sakiti...
Terkubur asaku mati...
Tak sanggup ku beri arti...
Antara cinta dan benci...
by.  Iravandasukma

Senin, 12 Desember 2011

INGINKU......

Damai hatiku terusik rasa inginmu...
Yang ku tau kini bertahta indah di dalamnya...
Perlahan dalam samar.,
coba ku pahami pahit manisnya menyentuhku...
Berkali ku coba pahami setiap kekuranganmu...
Meski ku rasa ragu membelenggu..
Nyatanya sulit ku pahami...
Setiap bimbangku yang terperi...
Tuhan...
Bila kau pilihkan hatinya...
Untuk menjaga hidup matiku..
Tuntunlah asaku dan asanya..
Berjalan ringan di lautan kasihMU...

Bila nyatanya inginMU tak seperti mauku...
Biarkanlah damaiku tetap menerangi sukma...
Meski dalam perih ku,..
Menantang luka dalam keikhlasan...

by.  Iravandasukma

akulah pilihan hatimu...


Meragu di sudut hati yang kian lirih..
terlihat nanar matamu..
mengharap jujur ku sebut namamu dalam hati..
palung jiwamu meragu karena ku..

lihatlah bulan yang setia pada malam..
juga bintang yang gemerlap di sekelilingnya..
tebarkan pesona ke dalam sukma lara..
agar tersenyum memandang cinta..

pupuskan setiap ragu itu..
ajak rindumu mendekatiku..
kan ku peluk hangat di hati..
tanpa harus ada pilu..

inilah jawab hati..
yang selalu kau nanti..
takkan kau tersakiti..
karena akulah pilihan hati...
 by.  Iravandasukma

"...Rasa yang hilang..."

lihatlah sebentuk hati yang tersakiti...
Oleh kecewa dan dusta diri...
Sinarnya tak lagi pancarkan asa...
Relung sukmanya kini menyimpan lara...
Malam pun berdiam tak bicara...
Menyusur hampa jiwanya yang gulana...
Mengembara penat nya arungi cinta...
Seperti menanti...
Hembusan damai itu kembali
pada hati yang terasa sepi...
Di antara cinta dan benci...
Tuhan tolong bantu lupakan...
Segala yang menyakitkan...
Karena perihnya mencekam...
Setiap keindahan...
Mohon kembalikan rasa...
Di mana damai itu hanya milikku...
Di mana kau tenangkan aku selalu...

Karena aku begitu merindu...
Jujur hati mu hanya untukku...
Hanya milikku...


by.  Iravandasukma

"....Bimbang..."

Ketika rindu yang sempat berkelana itu...
Terhenti di persimpangan rasa...
di antara ragu dan cinta...

Aku terdiam menatap nanar
matanya yang mulai hampa...
Mungkinkah jalan bercabang..
Harus ku tapak dalam rantai kasih

terbias duka karenanya...
Lirih pinta hati.....
mengharap pada yang terlihat lurus...
Bila asaku menghilang...

Apa mauku..Apa maumu...
Jadikan dilema yang terkuak..
Aku hanya tertatih..
Mengejar rasa untuk mengertikan maksudmu.,.

Meski tersungkur...
Ku nanti waktu kembali..
Membawamu di sisiku..
Seperti dulu..

by.  Iravandasukma

"...Amarah terpendam.."

panas terbiar jiwaku...
Mendengar...melihat...
Benakku mendidih dibuat...
Sesosok angkuh tak berotak...
 terbungkam mulut peri peri damaiku...
Saksikan sumbang suaranya lantang bicara...
Hatiku tersulut bara emosi...
Tapi tertahan celoteh sang peri...
Jiwaku nanar memandang...
Pada sosok renta yang tertekan...
Tuhan,....
Tunjukkan benarMu...
Pada apa yang selalu salah..
Turunkan kuasaMu...
Pada setiap keangkuhan...
Karena aku terbelenggu...
Oleh rasa terpendam ...
Yang tak mampu ku lawan..
Tangisan sukma yang membahana...
Menunggu muzizat menghampiri...

by.  Iravandasukma

"...Menyerah..."

Rekam semua kata...
Yang masih sempat terucap
sempatkan menyimak meski tak terungkap..
Bila masih sempat teteskan lara dalam fana...
ika esok tak terlihat
ikhlaskan maaf yang tak sempat terucap...
Jika esok suara tak lagi terdengar...
Kubur aku dalam kenangan jiwamu..
Lelahku sungguh penat..
Jenuhku untuk berbuat..
Hatiku berdiam terikat..
Tertutup sudah ceria,..
Gelap sudah pelangi nirwana...
Pupus inginku menghilang..
Lenyap ditelan malam..
Kamu,aku,dia...Semua...
Lirih aku mendengar kata...
Tak guna hidup bertahta...
Sanjungan getir tanpa rasa..
Aku menyerah...

by. Iravandasukma

"....Untaian kasih..."


Lembutmu basuh kering jiwa...
Menari indah dalam nyata...
Walau perih ini masih tersisa..

Biarku simpan luka.,.
Meski tetap menganga...
Kan ku coba menghapusnya..
Meski raga terejam sukma...

Bila rasa ini benar menyatu...
Kan ku buang duka sembilu.,
yang pernah menusuk kalbu..
Perih nyata masa laluku...

Cinta tetaplah di sini...
Bersamaku membelai kasih..
Berdua lewati hari..
Bermain kita di atas pelangi...

Sampai waktu akhiri diri...
by. Iravandasukma

Minggu, 11 Desember 2011

kumpulan puisi Iravandasukma: "....Maafkan Aku Yang Tak Mampu.."

kumpulan puisi Iravandasukma: "....Maafkan Aku Yang Tak Mampu..": ku biarkan angan mengembara perih.. dalam sepenggal duka yang tertinggal di sini... keakuan membuat semua samar... dalam genggaman nurani...

"....Mengharap Cinta Mendekat.."

Hentikan tangisku di sini...
Coba tuk tenangkan diri..
Bermain dengan gundah hati...
Akankah hayal terpatri...
Di relung sukma tersakiti...
Pilìhan hidup yang ku jalani...
Masih harus ikuti rotasi...
Meski tak mampu tuk pungkiri
resah hati mengharap iri.,.
Pada apa yang menggundah..
Pada setiap yang menjanjikan
risalah hati jadikan tirakat..
Agar terus dapat terikat...
Mengharap cinta mendekat..
Di rapuh jiwa merekat..
Damailah batinku...
Temani aku dalam sepi..
by. Iravandasukma

"....Maafkan Aku Yang Tak Mampu.."

ku biarkan angan mengembara perih..
dalam sepenggal duka yang tertinggal di sini...
keakuan membuat semua samar...
dalam genggaman nurani yang pilu..

sementara kau merasa cukup...
maaf ku merasa jenuh..
lama sudah terpendam..
tertahan di bibirku..

mau ku tak menyakiti..
meski begitu indah...
namun tetap saja tak terlihat...
semua semu...semua perih...

inikah akhir cerita cinta..
yang selalu membanggakan asa...
kini harus ku jatuhkan sepi..
di ujung angkasa kelam...

karena aku berbatas...
mengertikan maumu...
tuk pahami inginmu..
jenuh ini terlalu membelenggu..





by.  Iravandasukma







'''....Terlanjur Aku Mencinta...:

Lihatlah sejumput anyelir yang layu..
terbakar oleh pilu yang membiru..
meski tak seindah mawar..
ia coba tebarkan indah di sekeliling..

seperti jiwa yang berkumandang tentang lirih..
remuk rasa sukma mengharap kasih...
dalam relung yang tersakiti cinta...
di kesunyian malam tanpa bintang..

kau yang t'lah padamkan asa..
terlihatkah olehmu nanar mata yang  lebam..
teriris duka mengiring airmata..
karena semua menyakitkan...

terlanjur ku gantungkan harap..
terlanjur ku mencinta..
meski nyata tak seindah hayal..
bertahan dalam kesakitan...

sendiri tanpa kau di sini...

by.Iravandasukma












"...:CINTA TETAP DI SINI..."

senjaku pun turun....
bersama merah warna mega....
Rentakkan irama hati....
yang bersenandung indah....
Rasa tak ingin beranjak darinya...

Perlahan lembut sang bayu.....
menghantarkan wangi bunga rinduku...
Merasuk ke dalam setiap dinding kalbu....
Tersenyum dalam rona sang pelangi...
Berharap cinta tetap disini..
Meski tak ada lagi...


by.Iravandasukma

"...Lihat Cintaku di sini..."

Lihat cintaku disini...
Tertambat di ujung hati...
Lihat asaku disini..
Lalui hari tanpa seri...

Mungkin waktu yang tak sepaham..
Mungkin ego yang membungkam...
Hentikan tangis.,
buang perih mu ke udara...
Aku tak menyerah..
Pada apa yang membosankan..
Karena jiwaku bukan sehelai kertas..
Yang mudah untuk kau hancurkan..
Beranjaklah wahai kau jalang..
Aku membencimu,..


by.Iravandasukma

"....CEMBURU...."

Maaf bila rasaku keliru...
Menilai semua nyatamu...
Sungguh aku cemburu.,.
Padamu yang begitu...
Maaf bila aku terbatas.,
mengerti setiap ucap...
Yang terukir di tuturmu...
Rasa yang begitu..
Cintaimu yang terlalu...
Padamu yang selalu...
Jangan niatkan egomu...
Tuk sakiti aku...
Karena terasa pilu...
Jika aku tanpamu..

by.Iravandasukma

" Setia pada janjiku..."


Aku menantimu di ujung asa..
Dengarkan kidung rindu yang membahana...
Menggema diantara bintang..

Aku menunggumu di batas janji...
Telusuri kisah kasih sehidup semati..
Agar dapat ku jadikan tambatan hati..,
lirih suara jiwa lemahkan raga..
Bermain riang ciptakan gulana...
Sayup tak terdengar merdunya...
Jika dapat ku putar rotasi waktu...
Kan ku peluk erat kemesraan..
Tak kan ku lepaskan...

Sampai dunia tak bermentari...
Setia pada janji..
Yang terpatri di hati..


by.Iravandasukma

" PUPUS "


Di sini ku bunuh rasaku...
Ku biarkan terkubur bersama hasrat...
Luruh sudah setiap rindu..
Yang pernah bersemayam indah di hati..

Di sini ku terikat sepiku...
Ku biarkan mengalun bersama pilu...
Ku hancurkan bersama setiap perihku...
Engkau yang bernama senja,..
Bawa aku menjauh darinya..
Yang telah pupuskan segala rasa...
Karena aku telah jera..
Tak ingin lagi ku rasa cinta..
Karena rindu tak lagi di sini..
Sayang itu telah pergi...
Cinta itu tak ada lagi...
Mati dalam sepi...
Bersama perihku...

by.Iravandasukma

Angan tak sampai....

Selamat malam cinta,.
Ku titipkan sebaris kata putus asa di hatimu..
Atas nama keindahan yang meraja,..
Ku sematkan serpihan luka di palung jiwa..
Setiap yang hidup akan mati
setiap berbunga pasti layu
dan yang berapi jua padam...
Namun tak pada hatiku..
Yang terlanjur membelai pedih
tetap saja hidup...
Tetap saja berbunga...
Juga tetap membara,..
Waktu yg belenggu jenuh...
Mengumbar perih mendalam.,
bila masa kan datang..
Seindah janji terucap...
Akankah maya atau nyata.,.
Coba sandarkan pada dinding hati...
Merapuh tanpamu...
Yang selalu menenangkan..
Kini hanya angan tinggal bayangan..
Tak dapat ku raih..
Tak bisa paksakan lemah jiwa
mungkin kau yg tak paham...
Begitu aku menyayang..
Tak kan tergantikan...
Meski hanya anganku..
Yang tak tersampaikan...
 
by.Iravandasukma

Bukan hanya sekedar hayal

Segaris senyum menari di ujung hati...
Tawarkan sejuk menebar tenang..
Meski tak seindah pelangi...
Walau tak sesejuk embun pagi
juga tak sehangat mentari
mampu buatku terhenyak terperangah...
Pandangi diri mendekati..
Semoga bukan hayalan...
Atau mimpi sesaat..
Berharap menjadi bunga segar
tebarkan harum yang termimpikan..
Jadilah nyata untukku..
Rona indahmu sang pelangi
tuk lalui hari tanpa sepi...

Untukmu yang kini menenangkanku..
..
 
 
by.Iravandasukma

TERKUBUR ASAKU MENGHARAPMU


Malamku terjaga...
Terbelenggu ruang dimensi.,
malamku sepi...
Terjerat asa yang terhenti...
Malamku terdiam...
Terbungkam aksara berduri.,
rasuki benak bersama asa yang terkubur...
Pandangi gerhana hati...
Ku putuskan berlalu dari semua hayal itu.,.
Meski terus saja diam tak bergeming...
Tentang melodi yang slalu terdengar...
Lama terpendam..
Tentang sebuah pertanyaan,.
Mungkin benar harus lupakan
mungkin memang harus terpendam...
Kan ku tinggalkan semua malam ini..
Tentang semua asa dan rasa..
Kau yang tak pernah tau.,.
Sudah ku jatuhkan airmata mengharap...
Berlalu saja dari hidupku...
Bawa pergi setiap angkuhmu..
Ajaklah semua perih jenuh...
Biarkan aku yang terdiam..
Relakan hati tersakiti..,
lepas mengharapmu lirih...
Untuk bisa di sini.,.
Bersamaku...
by.Iravandasukma

aku menyerah....

Berdiri di kegersangan hati...
Berhayal pada mayamu yang tak tersentuh..
Putih cinta tersakiti duka..
Lara nan menusuk kalbu...
Luruhkan rasaku di sini..
Masihkan berharap...
Ku tunggu semu cinta tuk putuskan...
Pastikan aku dalam hatimu..
Bimbang ku bertahta megah..
Hadir seraya sinar redup...
Menembus nurani yang kian gelap..
Gejolaknya tak terasa..
Pergi menghilang bersama setiap nyata...
Teriak ku pada sang nirwana..
Aku menyerah..
Pada apa yang disebut cinta

rasaku.....

rasa yang terungkap...
Ciptakan sakit yang mendalam...
Logika tutupi hati...
Di mana aku tersakiti..
Mungkin kini kau tau...
Mungkin kini kau rasa...
Apa yang ku tau..
Apa yang ku rasa...
Padamu yang begitu...
Menyayangku...

Coba untuk setia....

terakhir ku putuskan....
Hidupku dalam hatimu...
Meski gelap menyelubung...
Hantui langkah menujumu...
Bertebaran ragu di jalanku...
Bimbang hati ku ku bawa..
Resah jiwa ku dekap...
Mengiringi masa di mana ku redam perih di sini...
Raba hati dengan peka...
Lirih hati meminta...
Aku yang tak ingin lagi tersakiti ego diri...
Mungkin bukan jawaban...
Mungkin juga bukan keinginan...
Luka yang terlanjur menganga...
Biar ku basuh bersama perih...
Seperti alunan melodi hati...
Indah mengalun tanpa henti..
Coba setia pada janji...
Ampuni segala khilaf diri...
Yang paksakan mu untuk mengerti...
Betapa aku inginkan kamu...
by.Iravandasukma

Kamis, 08 Desember 2011

di sini cinta terakhirku....


Di setiap resah..
memanggil asa dalam mesra..
kau pilihkan melodi terindah...
yang hanya untukku..

terbaring aku di hamparan kasih...
yang tercipta dalam gelora...
membumbung tinggi sampai tak teraih..
berjajar sepadan bintang di atas sana..

tapi ku tak butuh rayu..
juga tak mau sendu..
hanya hati yang terpatri..
cinta suci tanpa perih..

sejauh apapun itu..
ku bertahan dalam rasaku..
karena ingin ku kau tau...
di sini cinta terakhirku...

Cinta mengapa.....

meratap dalam kisahku...
di ambang kejenuhan yang memuncak..
rasa di mana kau sakiti aku..
perlahan dalam senyummu...
mungkinkah ini pilihan..
yang ditentukan..
dalam nyataku di sini..
tak inginkan ini..
asaku terbang ..
sembunyi di balik resahnya awan..
sulit ku raih cinta sebenarnya,,..
kau yang hancurkan..
dapatkah kau rasa..
pinta hati akan nyata..
warasku tak sepaham duka..
meraja menyakitkan sukma..
aku lelah..
dengan inginmu...
tak berbatas pilu sembilu...
pergi saja...tinggalkan aku....

Cinta mengapa.....


meratap dalam kisahku...
di ambang kejenuhan yang memuncak..
rasa di mana kau sakiti aku..
perlahan dalam senyummu...

mungkinkah ini pilihan..
yang ditentukan..
dalam nyataku di sini..
tak inginkan ini..

asaku terbang ..
sembunyi di balik resahnya awan..
sulit ku raih cinta sebenarnya,,..
kau yang hancurkan..

dapatkah kau rasa..
pinta hati akan nyata..
warasku tak sepaham duka..
meraja menyakitkan sukma..

aku lelah..
dengan inginmu...
tak berbatas pilu sembilu...
pergi saja...tinggalkan aku....

Mati Rasaku Untuk Cinta....



Lelah sudah...
Mengharap asa bahagia...
Pada cinta dalam fana,..
Tersakiti olehnya..Perih merejam...
 
Lelah sudah...
Menanti senyum setia...
Dalam cinta sebenarnya.,.
Semua hampa tak pernah ada
 
teriakku pada bintang...
Tanyaku pada sang malam...
Hanya hati yang terlalu rindu
tak terdengar...Tak terjawab..
 
Hanya terlihat dalam hayal.,
indah tak tergantikan...
Menyapu inginku..
Mengusir mauku...
 
Hentikan harap tentang cinta..
Hingga tak ingin lagi percaya,.
Sampai tak lagi berharap...
Pada cinta...
 
Ku butakan mata hati ini...
Agar tak lagi terlihat...
Keindahan yang menyakitkan...
Ku matikan saja asaku...
 
Kan ku kubur harapku...
Semua tentang cinta..
Pergilah ...menjauh dariku
...

Luka yang meraja...

Alunan sang bayu.,
lembut bermain di telingaku..
Berbisik indah tentang rasa..
Juga kerinduan mimpi bersama...
 
Kini tak ada lagi..
Terbang menjauh pergi...
Memudar perlahan dalam kepayahan... 
Ingin yang sebatas angan..
Mimpi cuma dalam hayal.,.
Terpaku menyelinap ruang rindu,.. 
Walau nurani butuhkan rasa..
Meski jiwa masih berharap..
Tak ingin beranjak mendekat, 
memudar bersama keresahan,
berlalu dari pandangan..
Kini bimbang meraja.. 
Terpasung bersama duka..
Menanti asa yang tak ada..
Lara sendiri..Bersama duka..

TUHAN....


Tuhan pemilik setiap yang hidup...
Di bawah langitMu aku bersujud...
Serahkan beban dalam diri...
Tempatku haturkan segala permohonan...
 
Bersuci aku tulus iklas menghiba...
Ampunkan setiap dosa...
Salah diri seluas samudra..
Penuh bersesakan dalam raga...
 
pada malamMu aku menangis...
bulir airmata mengharap kasihMu...
Semoga masih dibukakan jalan..
 
Untuk setiap niat diri..
Berlalu dari penat dosa ini...
Tapakkan kaki menujuMu..

AKHIR SEBUAH CERITA


terlerai sudah semua harap...
Menyerah pada setiap kesakitan...
Penuh duka dan kehampaan...

perih yang terasa...
Adalah jawaban dari bimbang..
Paksa asa kembali terpuruk..
Bersama cinta yang tak tergapai..

Tak mampu lagi bertahan...
Dalam bimbang cinta tak bertuan...
Jiwa terkoyak batin mengerang..

Beribu sesal merejam...
Harus terlepas belahan jiwa..
Yang setia dalam sukma...
Meski tak sanggup hadapi luka..

Karena cinta tak nyata...
Karena asa tak teraih..
Terdampar di lautan kedukaan...
Bersama pilu yang terbungkam...

Lepaslah engkau kini cahaya
tebarkan pesona di angkasa
biarkan aku merintih...
Lirih menahan perih...

HAMPA KU MERINDUMU...



Saat kau pergi...
Sejuta resah menggoda hati..
Ingin berlari..putar waktu lalui hari...

Saat kau pergi...
Hampa merasuk jantung...
Hentikan aliran darah...
Porak poranda asaku...

Saat kau pergi...
Rinduku bersautan...
Menusuk perih terasa...
Terhenti langkah di lamunanku...

Tak dapat ku jalani hari...
Tak mampu bila begini...
Adakah fikirmu tentangku..
Sepaham jiwa selaras rasa..

Cinta jangan pergi..
Tetaplah di sini...
Karena kau lentera...
Usir dingin hangatkan jiwa...

Saat kau pergi...
Di sini cinta terpendam...

Rabu, 07 Desember 2011

renungan kalbuku...

Dalam galau ku renungkan...
Semua yang terlewatkan...
Manis pahit jalani kehidupan,..
Kadang jenuh belenggu logika..
Yang mengerang dalam nyata
lumpuhkan semua asa..
Terdengar suara bijak di kejauhan..
Menjamah gundah yang menyelimut sukma..
Perlahan menyusup lembut..
Merasuk jiwa mengusir gundah...
Sejuk itu sekejap hadirkan...
Damai yang mengikutinya
Menghampiriku ciptakan indah..
Tentang hidup yang sebenarnya...
Hakikinya kita sebagai insan...
Tuhan...
Jika masih kau sempatkan waktu untukku..
Untuk bisa koreksi setiap khilaf yang terbuat...
Agar bisa menjadi pelangi..
Yang memberi warna di bumi..
Dan menjadi sebatang lilin..
Yang slalu bersinar dalam gelap...
Karena aku inginkan jalanku..
Lurus menujuMU,..
Untuk mayaku...Dalam nyataku..

Laraku terhempas.....


Maaf...
Bila lisanku terbungkam..
Coba nikmati rasa tertikam..
Sakit yang tak karuan..
Kau yang sebabkan...

Lirih sukmaku ...
Mengertikan hatimu..
Mendung di ujung malam..
Merintih bersama kesakitan...
 

Lara yang menghempas..
Mendera harap cemas..
Karam asaku di laut lepas..
 

Untaian airmata..
Tak mampu redakan nestapa..
Pilu memang tak seharusnya.,
menyiksa raga hempaskan asa...
 

biar tetap terbungkam...
Tetap tertutup sekam.,.
Sampai kau benar paham...
Setiap yang menyakitkan...

Asa yang t'lah patah...


Sunyi malam...
Pekat kelam mencekam..
Resah di peraduan..
Sakit yang memuncak lepaskan angan...

Terbunuh sepi di sini..
Perih yang berkeliar mengikat hati..
Memaksa airmataku di sini...
Hanya mampu ku diam..
 

Semoga sadar diri di badan..
Jauhkan dari keputus asaan..
Meski sakit menahan..
Cinta ku tersakiti,..
Lemahkan raga tak terampuni
 

logika tertikam rasa...
Pudarkan semua nyata..
Bisakah ku memohon..
Pada apa yang tersisa..
 

Mengapa dihancurkan..
Mengapa tak kau paham..
Aku di sini mengerang..
Galau ku tajam menyerang..
 

Asa yang telah patah arang...
Karena sayang yang menghilang...
Bila semua nyata..
Tak teraih raga..


Biar tetap ku simpan..
Hayal ini dalam bayangan..
Sampai waktu menjemput..
Pergi dalam sunyi..
Sepi sendiri..
Bersama perih..