Satu persatu...
Helai asa luruh oleh duka yang menghantam...
Sembilunya perih menikam stiap kekuatan..
Luluh lantahkan setiap kebahagiaan...
Satu persatu...
Bulir airmata yang sejak tadi mengalir...
Basahi kisi jiwa miris oleh perih...
Diam tanpa suara.,
terkunci hati oleh kesakitanku...
Aku melemah...
Tak mampu ku tatap sinar mentari...
Asa menghilang hanyut dalam duka hati...
Tanya hati yang tak terjawab..
Ku sebut kau dalam keindahan duka....
Tak mau pergi dan bertahta.,.
Di mana harap tempatku bernaung...
Bebaskan sukma dari lara...
Hanya bisa ku nikmati perih...
Jadikan lukisan indah dalam kesakitan.,.
Yang liar menghantam jiwa..
Pilihkan yang terbaik Tuhan...
Untuk ku ayun biduk ini.,
jangan tinggalkan.,
karena ku lemah tak tertahankan...
By. Iravandasukma
Helai asa luruh oleh duka yang menghantam...
Sembilunya perih menikam stiap kekuatan..
Luluh lantahkan setiap kebahagiaan...
Satu persatu...
Bulir airmata yang sejak tadi mengalir...
Basahi kisi jiwa miris oleh perih...
Diam tanpa suara.,
terkunci hati oleh kesakitanku...
Aku melemah...
Tak mampu ku tatap sinar mentari...
Asa menghilang hanyut dalam duka hati...
Tanya hati yang tak terjawab..
Ku sebut kau dalam keindahan duka....
Tak mau pergi dan bertahta.,.
Di mana harap tempatku bernaung...
Bebaskan sukma dari lara...
Hanya bisa ku nikmati perih...
Jadikan lukisan indah dalam kesakitan.,.
Yang liar menghantam jiwa..
Pilihkan yang terbaik Tuhan...
Untuk ku ayun biduk ini.,
jangan tinggalkan.,
karena ku lemah tak tertahankan...
By. Iravandasukma

